Satu semester sebagai mahasiswa PhD di UST-KIOST Jeju gimana Ca? Seru?

Yasss, seru! Tapi ga bisa dipungkiri, ada hari-hari bosan juga.

Aku Elsa, di tahun 2026 ini aku memulai studi doktoralku di Marine Environmental Remote Sensing Lab (METLAB), Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST) School, University of Science and Technology (UST).
Atau dalam bahasa koreanya 한국해양과학기술원 (KIOST), 과학기술연합대학원대학교 (UST)
Tunggu, apakah kamu bingung? wkwk.

Oke, jadi di Korea Selatan ada berbagai macam institusi riset di bawah pemerintah. Kalau di Indonesia, seperti pusat penelitian di BRIN. Misal, ada Pusat Riset Oseanografi, Pusat Riset Rekayasa Genetika, Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir, dan lain-lain. Naah, di institusi riset ini, mereka punya program degree atau gelar, dengan adanya course dan penelitian. Kemudian, yang mengurus gelar, program pengembangan mahasiswa, dan koordinasi mahasiswa internasional berada di bawah naungan University of Science and Technology (UST).


Foto dari ruang kelas lantai 2 KIOST Jeju

Kelas, penelitian, dan rutinitas di lab

Hari pertama aku datang ke Jeju, saat itu langit mending dan hujan. Plus, hujan berangin hingga beberapa hari.

Tak terasa, sekarang, semester pertamaku sudah selesai. Di semester ini, ada dua mata kuliah yang ada "kelas/lecture"-nya. Mata kuliah Ocean Remote Sensing kelasnya setiap minggu, dan Marine Benthic Ecology cuma beberapa kali selama satu semester (untuk briefing awal dan presentasi mahasiswa).

Terus sisanya?
Ada mata kuliah Field Research, di mana kita diskusi dengan profesor pembimbing untuk mengerjakan penelitian. Sebagian besar waktuku itu:
Baca paper.
Punya sedikit ide.
Baca paper lagi.
Cari dataset.
Belajar coding.
Coba analisis.
Mentok.
Balik baca paper lagi.
Iya emang gitu. wkwk.

Karena latar belakang keilmuanku belajar tentang biologi dan ekologi, dan sekarang masuk ke lab remote sensing, rasanya bener-bener kaya jadi mahasiswa baru lagi.

Topik yang sedang ku dalami berkaitan dengan perubahan suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature/SST) dan klorofil-a di Samudra Pasifik. Seberapa jauh pemanasan permukaan laut semakin bergeser ke arah kutub (poleward expansion)? Berapa kilometer? dan kenaikan suhu 1 derajat Celcius di tropic, subtropic, dan temperate, apakah sama dampaknya untuk kehidupan laut di zona tersebut?

Aku mulai dari baca berbagai paper dan eksplor dataset. Ikut berbagai kursus daring juga. Kemudian aku coba unduh dataset dari NASA’s Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) dan NOAA 1/4° Daily Optimum Interpolation Sea Surface Temperature (OISST).
Setelah itu, aku mulai eksplorasi analisis tren, seberapa jauh perubahannya selama dua dekade terakhir? Kenapa bagian utara Pasifik sangat signifikan perubahannya sedangkan bagian selatan pasifik tidak? Apakah pola itu juga diikuti oleh meluasnya wilayah oligotrofik di Pasifik?

Anyway. Segitu dulu tentang konten risetnya. wkwk. terus gimana si Ca detail kesehariannya?

Jam kerja dimulai sekitar jam 9 pagi hingga 6 sore.
Sebagian besar waktuku dihabiskan di depan komputer. Mirip-mirip kaya waktu aku studi S2 sih. Ada jam lab, dan karena waktu S2 aku ngerjain review paper, jadi banyak di depan komputer juga.

Pagi datang ke lab nyapa orang-orang "안녕하세요, Good morning!"
Sore pulang sambil bilang, "안녕히게세요, See you, see you!"
wkwkwk.
Tapi setidaknya kita kalo makan siang sering bareng. Ngobrolnya di situ. Tapi kadang pas makan juga engga ngobrol.

UST Proposal Challenge

Meskipun ini semester pertamaku, aku coba ikutan UST Proposal Challenge.
Menurutku ini programnya keren sii.

UST ngadain lomba bikin proposal riset, termasuk budgetnya, tapi kita engga diminta untuk mengeksekusi risetnya. Kalau menang, hadiahnya lumayan banget (Juara 1: 1 juta KRW, Juara 2: 500 ribu KRW, dan Juara 3: 250 ribu KRW).
Serangkaian programnya, dimulai dengan beberapa special lecture mengenai cara mengembangkan ide penelitian dan menyusun proposal dengan AI. 

APA? PAKAI AI? emang boleh? Boleh dong. Tapi ada etika dan tanggung jawabnya. Kita sebagai pemegang kendali, memegang tanggung jawab atas isi kontennya. Konsepnya adalah eksplorasi -> verifikasi -> modivikasi -> finalisasi.

Kompetisinya terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah mengirimkan proposal singkat sekitar dua halaman. Peserta yang lolos kemudian diminta untuk mengirimkan full proposal sekitar 10–15 halaman. Tahap ketiga, mempresentasikannya di depan dewan juri.

Aku berhasil lolos tahap pertama dan bikin full proposal. sayangnya engga lolos untuk presentasi. Feedbacknya: "Research integrating coral restoration and remote sensing. While it possesses high social value, uncertainty regarding research outcomes exists. Potential for future development appears limited."

Hiksss.

Oke, itu dia dinamika akademikku satu semester ini. Didampingi dengan perubahan suhu dari akhir Februari (musim dingin), April (musim semi), dan sekarang Juni (menuju musim panas).


Spring ~


Di postingan selanjutnya, nanti aku bahas gimana aku menjalani kehidupan di Jeju!
Ditunggu ya, bye ~

Komentar