Ini dia suasana dan kegiatan di KIOST Jeju Research Institute

Haii ~

Di postingan sebelumnya, aku udah cerita tentang kegiatan akademikku selama satu semester pertama di sini. Nah, terus gimana si kehidupan sehari-hariku selama tinggal di KIOST Jeju?

FYI, aku adalah mahasiswa Indonesia pertama di KIOST Jeju Research Institute. Lokasinya ada di bagian barat laut Pulau Jeju. Kalau naik bus dari bandara, perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Di Jeju juga ada beberapa mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jeju National University (JNU). Bedanya, JNU berada di dekat pusat Kota Jeju, sedangkan KIOST Jeju benar-benar berada di area yang jauh lebih tenang (read: terpencil. ehehee).

Perkebunan sekitar KIOST Jeju

Di samping KIOST Jeju, ada industri air minum, di belakang kampus ada beberapa pension, setelah itu sisanya bener-bener perkebunan semua. [cek video di ig story-ku]

Pertama kali datang, lagi musim panen wortel. Setelah itu lahannya ditanami lobak. Beberapa bulan kemudian, berganti menjadi ladang bawang. Seru banget liatinnya. rasanya pengen part time (아르바이트) ikut panen atau tanam-tanam! kalo kalian pernah lihat variety show-nya DO dan Kwangsoo yang tentang nanem-nanem, atau Fresh of the Sea yang artis ngikutin kegiatan panen di desa, kaya gitu! pengen ikutan! Tapi aku masih malu tanya gimana caranya ikutan harian aja. Semoga nanti berani tanya yaa. ehehee.

Kalau dari arah bandara, di sepanjang perjalanan kalian akan melihat pembangkit listrik tenaga angin (wind turbine). Pemerintah Jeju memang sedang mendorong penggunaan energi terbarukan. Di 2022, sekitar 18% kebutuhan listrik di Pulau Jeju sudah dipenuhi dari energi terbarukan (tenaga angin dan panel surya).

Tinggal di Asrama KIOST Jeju

Aku tinggal di asrama yang disediakan oleh KIOST Jeju. Kayanya hampir semua pegawai dan mahasiswa di sini tinggalnya di asrama. Bahkan profesorku juga. ehee. Karena .. kayanya akan susah kalau engga tinggal di asrama, apalagi kalau ga punya mobil. [cek video di ig story-ku]

Sebelum berangkat ke Korea, profesorku yang mengurus pendaftaran asrama, jadi pas sampai di Jeju, aku tinggal mengisi beberapa formulir dan langsung bisa masuk kamar.

Pas masuk kamar, wiihhh! oke banget fasilitasnya ..



Di dalam kamar ada kasur, meja belajar, kursi, lemari, kulkas, tv (bisa dipakai untuk Netflix, YouTube, atau siaran TV lokal), dan yang paling penting, kamar mandi di dalam. (note: ternyata, isi furniture di dalam kamar bisa beda-beda. temenku ada yang engga dapat meja belajar dan kursi)

Di gedung asrama juga ada dapur bersama, gym, dan ruang laundry. Itu semua gratis 😍

Oh iya, biaya asramanya 110.000 KRW per bulan, sudah termasuk listrik, air, dan fasilitas lainnya. Pembayarannya langsung dipotong dari gaji bulanan, jadi engga serasa "bayar". Ehee.

Dari area KIOST, untuk akses ke minimarket terdekat, ada 7-Eleven sekitar 800 meter (10 menit jalan kaki) dan ada CU sekitar 1,5 km (20 menit jalan).

Halte bus terdekat berada sekitar 500 meter dari KIOST, yaitu halte 용암해수단지. Busnya ada sekitar 40 menit - 1 jam sekali. Jadi, kalo mau keluar, harus pastiin jadwal bisanya :D

BTW, update terbaru, beberapa hari yang lalu kayanya ada kecelakaan di halte itu, sampai haltenya rusak banget, pecahan kaca halte dimana-mana 😔 Jadi, jalan di depan KIOST ini emang kaya jalan utama gitu, mobil-mobil ngebutnya gilsss banget!



Informasi tambahan, karena KIOST adalah lembaga penelitian, suasananya juga berbeda dengan kampus pada umumnya. Di sini engga banyak mahasiswa. Pegawainya pun sedikit, total sekitar 100 orang.

Mungkin suasana kantor/kampusnya juga mirip-mirip sama institusi riset lainnya di UST.

Berbagai program di KIOST Jeju

1. Walking Tour dan Workshop Kopi

Beberapa bulan yang lalu aku ikutan tour ke Haengwon-ri (행원리). Kita naik ke bukit 연봉사, keliling sekitar desa situ, diceritain tentang rumah-rumah tradisional Jeju dan pagar batu khasnya.

Foto dari 연봉사

Di perjalanan, kita juga ketemu sama Hanyeo (해녀), ibu-ibu yang menyelam freedive setelah ambil bulu babi. Mereka lagi mecahin bulu babinya dan dibersihkan. Aku disuruh nyobain jugaaa. huaaa. pengalaman banget. ehee.

Aku sebelumnya pernah makan bulu babi mentah juga. tapi yang ku cobain kemarin, lebih amis dan lebih bau laut. wkwk. Ada temenku orang korea juga yang dikasih teripang. Katanya enak buat dimasak sama ramyeon!

Setelah walking tour selesai, kita ke kafe untuk ikut workshop bikin coffee bag.

Di sana kita menggiling berbagai macam jenis biji kopi. Ada dari Columbia, Guatemala, Ethiopia, dan ... Indonesia! temenku bilang 인도네시아 사람이 만든 인도네시아 커피 - Indonesian coffee made by Indonesian 😁

Setelah itu, masukkin ke dalam coffee bag, lalu disegel dan dikemas ke dalam kotak. Pulangnya masing-masing membawa hasil gilingan sendiri ~


2. KIOST Walking Challenge

Aku menang juara 1 walking challenge di KIOST Jeju 😂  


Intinya, banyak-banyakan langkah dalam 1 bulan, terus 5 orang tertinggi dapet voucher CU 30.000 KRW. Kayanya aku menang karena hampir setiap minggu jalan ngikutin Olle Trail (제주 올레 길)



3. Yoga di jam istirahat makan siang

Selama bulan Mei sampai Juni, KIOST Jeju mengadakan kelas yoga setiap jam istirahat siang, sekitar jam 12.00–12.50.

Bener-bener healing banget ditengah jam kerja dan ditengah aktivitas yang selalu duduk!

Sebagian besar gerakannya itu stretching untuk bahu, leher, pinggang, dan kaki. Fix emang disesuaikan kita-kita yang setiap hari duduk di depan komputer ㅠㅠ

Di sela-sela stretching juga ada latihan strength.

Suka bangett! tapi programnya udah mau berakhir 😔 semoga nanti ada lagi.. hikss


Okayy, tulisan ini dibuat sebagai dokumentasi ceritaku aja sebetulnyaa ~ tapi, semoga juga bisa membantu temen-temen yang nanti mau kuliah di KIOST Jeju / mau tinggal di Jeju secara general.

Sampai jumpa di tulisanku berikutnya tentang Jeju Olle Trail 😎

Komentar